Wisata religious di kota Semarang bukan hanya memiliki Klenteng Sam Poo Kong atau Masjid Agung Jawa Tengah saja.

Namun ada pula tempat wisata religi untuk umum di darah atas Kota Semarang yang bisa dikunjungi, yaitu Vihara Buddhagaya Watu Gong.

Vihara seluas 2,2 hektare ini berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pudakpayung,Banyumanik, Semarang, tepatnya depan markas Kodam IV Diponegoro.

Memasuki kawasan Vihara ini terasa sangat sejuk karena berada di kawasan atas Kota Semarang, pengunjung juga tak perlu khawatir dengan tempat parkirnya karena cukup luas dan bayarnya pun sukarela.

Selain itu, berbeda dengan tempat wisata lain di kota Semarang, Vihara ini tak meminta harga tiket masuk bagi para pengunjung. Hal ini diterapkan karena semua pengunjung yang datang ke Vihara dianggap sebagai saudara.

“Kami sudah diajarkan sejak dulu untuk kembangkan cinta kasih kepada siapapun, berilah kesempatan mereka yang mau hadir disini, terimalah dengan penuh bahagia, kita semua bersaudara. Silakan menikmati pemandangan di sini tanpa tendensi apa pun,” kata Ketua Yayasan Buddhagaya Watugong Halim Wijaya, Sabtu (10/11/2018).

Di lokasi ini ada sebuah batu alam asli yang berbentuk menyerupai Gong berukuran cukup besar. Nama Gong sendiri digunakan untuk nama kawasan di sekitar vihara yang disebut Watugong oleh warga sekitar.

Banguhnan ini beridri di tahun 1954 dan pada 2006 didirikan pagoda yang diberi nama Pagoda Avalokitesvara.

Pagoda setinggi 45 meter inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan. Pagoda ini terdiri atas 7 tingkat yang menyempit ke atas.

Tujuh tingkatan ini dimaknai sebagai kesucian yang akan dicapai oleh para pertapa. Pagoda ini identik dengan perpaduan warna merah dan kuning khas bangunan Tiongkok.

Hal ini juga diresmikan oleh MURI sebagai pagoda tertinggi di Indonesia pada tahun 2005. Ciri khas lainnya adalah adanya Pohon Bodhi (Ficus Religiosa) yang ada di pelataran Vihara Buddhagaya.

Pohon ini ditanam oleh Bhante Naradha Mahathera yang dibawa dari Srilanka pada tahun 1955. Pohon Bodhi yang memiliki akar kuat dan daun lebat ini juga menjadi pusat acara setiap kali ada perayaan Waisak.

Di kawasan wisata ini pengunjung dapat melihat sekaligus berfoto dengan patung Budha sedang tidur yang konon posisi tidur sang Budha ini adalah ketika meninggal dunia. Di depannya terdapat 8 tugu yang merupakan ajaran agama Budha yang tertinggi.

Disini juga terdapat gedung yang cukup besar terdiri dari 2 lantai, lantai 1 untuk rapat dan pertemuan, dan lantai atas untuk sembahyang umat Budha dapat menampung kurang lebih 1.000 umat. Gedung ini dikenal dengan nama Gedung Dhamasala.

Gedung ini memang menyerupai bangunan dari negara Thailand yang bisa dilihat dari atapnya yang lancip serta ujung – ujung atapnya yang mengukir.

Gedung ini juga sering digunakan untuk acara – acara yang mendatangkan tokoh – tokoh dari berbagai agama untuk acara diskusi.

Banyak sisi – sisi yang menarik yang bisa dijadikan sebagai spot foto di sini. Semua unsur di bangunan ini juga memiliki makna, termasuk dinding sekeliling Vihara.

Dindingnya dihiasi relief Paticca Samuppada, yaitu relief yang menceritakan tentang proses hidup manusia dari mulai lahir hingga meninggal.

Namun, pengunjung harus tetap memperhatikan peraturan-peraturan yang ada utamanya lokasi ini adalah untuk beribadah. Bagi warga luar kota, untuk menuju lokasi Vihara Buddhagaya ini cukup gampang.

Jika dari bandara, perjalanan sekitar 45 menit dengan mobil ke arah Ungaran, atau jalan utama  menuju Solo – Jogja.

Itulah informasi mengenai Pagoda Watugong yang merpakan pagoda tertinggi di Indonesia. Semoga bermanfaat.