Sejarah Angkor Wat Kamboja

Sejarah Angkor Wat Kamboja

Sejarah Angkor Wat Kamboja

Informasi sejarah Angkor Wat Kamboja dalam bahasa Kamboja (អង្គរវត្ត) merupakan monumen keagamaan terbesar di dunia. Kebudayaan Khmer kurang lebih sama seperti dengan budaya di Thailand, dari gaya tulisan sekilas terlihat sama. Namun sebenarnya ada perbedaan dari antara tulisan dari antara keduanya.

Candi ini berdiri diatas sebuah pulau dengan ukuran luas 1.626.000 m2. Tujuan pembangunan pusat ibadah ini untuk menyembah dewa Wisnu. Abad ke-12 Angkor Wat oleh Raja Khmer Suryawarman II di Yaśodharapura sekarang berubah nama menjadi Angkor. Suryawarman sangat berbakti dengan terhadap Dewa Wisnu.

Sejarah Angkor Wat Kamboja, Mirip Dengan Candi di Indonesia

Sejarah Angkor Wat Kamboja

Jika anda lihat pada gaya interior sekilas hampir sama dengan bangunan bersejarah di Indonesia seperti Candi Prambanan / Borobudur. Tidak jauh – jauh dari bahan batu dan berbentuk seperti kerajaan tua. Dan kedua bangunan bersejarah ini sama – sama masuk dalam warisan UNESCO.

Angkor Wat memadukan 2 rancangan pokok arsitektur candi Khmer, yaitu perancangan candi pegunungan & berserambi. Dengan tembok sepanjang 3.6 km (2.2 mil) dan terdapat parit dengan panjang 5 km (3 mil). Karena di bangun dengan megah dan sangat sakral bangunan ini menjadi sangat dikagumi. Dan ada mitos orang yang bermain judi bola online disini mempunyai potensi besar buat menang besar di sboclub.com

Setiap ada acara / kegiatan ibadah di Angkor Wat maka suara nyaring akan menyelimuti tempat di sekitarnya juga. Jika penduduk mendengarkan musik dari Angkor Wat maka mereka harus berhenti dan ikur bernyanyi. Hal ini sudah di tanamkan sejak masih dalam abad kerajaan.

Nah ada beberapa fakta unik yang tersimpan di dalam Angkor Wat, dimana dulu tempat ini dijadikan untuk tempat ibadah. Dulu di Kamboja pernah terjadi sebuah rezim yang dipeloporin oleh Pol Pot. Lebih dari 1.5 juta jiwa, sekitar 25% dari populasi penduduk Kamboja saat itu.

Khmer Rouge adalah bentuk pemberontakan terhadap pemerintahan negara terbesar di dunia. Sehingga Kamboja mendapatkan gelar dengan julukan Land of Hell. Untuk membuat korban yang sudah tewas pada saat itu maka 100 hari lebih diberikan doa. Yang berpusat di Angkor Wat dan diikuti para penduduk sekitar dari rumah mereka ketika mendengarkan doa tersebut.