Sejarah Pagoda Shwedagon, Myanmar

Sejarah Pagoda Shwedagon, Myanmar

Shwedagon Pagoda adalah pagoda megah berwarna emas yang berada di Singatura Hill, Kota Yangon, Myanmar. Pagoda ini menjadi tempat ibadah umat Buddha di Myanmar, dan sekaligus bisa dikunjungi para wisatawan dunia.

Bukan cuma warnanya yang emas, pagoda ini benar-benar dilapisi oleh puluhan kilo emas dan juga berlian. Usia Pagoda Shwedagon diprediksikan lebih dari 2000 tahun, dan memiliki tinggi 99 meter.

Sejarah Pagoda Shwedagon, Myanmar

Sejarah Pagoda Shwedagon, Pagoda Tertua di Dunia

Berdasarkan legenda dunia, Shwedagon adalah pagoda paling suci dan tertua di seluruh dunia. Awalnya pagoda ini tidak dibangun dengan emas, namun pagoda sempat roboh dan dibangun kembali dengan pemberian lapisan emas pada stupanya.

Bermula ketika Tapussan dan Bhallika bertemu Sang Buddha dan kemudian menerima delapan helai rambut Sang Buddha untuk disemayamkan di Burma, nama negeri Myanmar sebelumnya.

Sejarah Pagoda Shwedagon Myanmar

Dua saudagar bersaudara yang datang dari India itu dengan bantuan Raja Ukkalapa menemukan Bukit Singuttara untuk menyimpan relik Sang Buddha Gautam dalam bangunan yang kemudian didirikan yakni pagoda Shwedagon yang bercahayakan emas.

Struktur yang ada sekarang adalah hasil pembangunan ulang di masa kekuasaan Raja Hsinbyushin dari dinasti Konbaung, tahun 1769. Raja inilah yang meninggikan stupa Shwedagon hingga 99 meter.

Pada 1871, Raja Mindom Min dari Mandalay menambahi bagian puncaknya (disebut hti). Kompleks pagoda yang didirikan untuk peribadatan itu sempat beralih fungsi menjadi markas pasukan Inggris pada Perang Anglo-Burma I tahun 1824.

Artikel Menarik Lainnya: Hong Kong Museum of History

Pada perang kedua tahun 1825, pasukan Inggris menduduki kompleks pagoda itu selama 77 tahun. Aktivitas politik juga kerap dilakukan di Shwedagon selama masa gerakan kemerdekaan Myanmar pada abad ke-20.

Untuk memasuki Pagoda Emas, pengunjung memang diwajibkan melepas sepatu dan tidak membuat suara berisik. Tapi, tidak setiap hari bagian dalam Pagoda Emas bisa dikunjungi.

Jika sedang ada upacara-upacara keagamaan Buddha, bagian dalam Pagoda Emas steril dari kunjungan wisata. Tapi, Pagoda Emas memang tetap bisa dinikmati karena Taman Alam Lumbini masih bisa ditelusuri.